Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Mar 2026 13:31 WIB

Ketika Senioritas Menjadi Kuasa: Refleksi Kaderisasi Menjelang Konfercab GMNI Jakarta Pusat


Ketika Senioritas Menjadi Kuasa: Refleksi Kaderisasi Menjelang Konfercab GMNI Jakarta Pusat Perbesar

Oleh: Julen Julita Afloubun, Sekretaris Cabang GMNI Jakarta Pusat

Diksie.id, Jakarta – Organisasi mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia pada hakikatnya dibangun sebagai ruang kaderisasi arena dialektika tempat gagasan, nilai, dan integritas dipertemukan untuk melahirkan generasi yang berpikir kritis dan bertindak progresif. Namun dalam praktiknya, tidak jarang organisasi justru mengalami deviasi dari tujuan awal tersebut.

Ketika senioritas tidak lagi dimaknai sebagai tanggung jawab moral untuk membimbing, melainkan berubah menjadi legitimasi untuk mengendalikan, maka yang terjadi adalah pergeseran fundamental dalam tubuh organisasi: dari ruang pembelajaran menjadi arena kekuasaan. Intervensi yang berlebihan yang kerap dibungkus dengan dalih “pembinaan” pada dasarnya berpotensi melumpuhkan kemandirian kader dan mereduksi daya kritis mereka.

Lebih jauh, ketika organisasi mulai diperlakukan sebagai “lahan”, nilai-nilai ideologis perlahan tergerus. Kader tidak lagi diposisikan sebagai subjek perjuangan, melainkan sekadar alat reproduksi kepentingan. Pada titik ini, kaderisasi kehilangan maknanya yang terjadi bukan lagi proses pembentukan, melainkan distorsi.

Momentum Konferensi Cabang GMNI Jakarta Pusat yang ke IV ini tidak boleh direduksi menjadi sekadar formalitas organisatoris atau arena kompromi elit. Forum ini harus menjadi ruang refleksi, koreksi, bahkan perlawanan terhadap praktik-praktik intervensi yang mencederai nilai-nilai organisasi. Sudah saatnya kader berani menegaskan: organisasi ini bukan milik segelintir orang. Organisasi ini adalah milik perjuangan bersama.

Konferensi cabang harus melahirkan kepemimpinan baru yang independen, berani berdiri tanpa bayang-bayang, tidak tunduk pada tekanan, serta menjadikan nilai sebagai kompas utama bukan kepentingan sebagai arah. Jika tidak, maka kita hanya akan terus mengulang siklus yang sama: organisasi yang besar secara struktur, namun kehilangan jiwa perjuangannya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AMKEI Tekan Polres Maluku Tenggara: Tangkap Kembali Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Tuce Lomang

3 April 2026 - 14:35 WIB

Tragedi di Kei Kecil, IMEJJ Desak Penangkapan Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan

3 April 2026 - 11:32 WIB

Diduga Provokasi ‘Baku Bunuh’ Libatkan Anggota DPRD, Fornusa Desak Polisi Bertindak dan Evaluasi Pejabat Terkait!

1 April 2026 - 20:41 WIB

Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian di Ohoi Sitniohoi, Wakil Ketua DPD I KNPI Minta Polisi Tangkap 3 Pelaku dan Usut Otak Kejahatan

1 April 2026 - 17:56 WIB

Bagi-Bagi Mobil di Lingkar Tambang!” DPP IMM Hentak KPK: Periksa Haji Robert, Bongkar Dugaan Gratifikasi di Halut

31 Maret 2026 - 14:55 WIB

Masyarakat Bersama TNI Mendukung Penindakan Tegas Kepada Pelanggar Hukum

26 Maret 2026 - 01:47 WIB

Trending di Hukum