Diksie.id, Jakarta – Masyarakat Peduli Demokrasi menyatakan dukungan penuh kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengusut tuntas setiap kasus pelanggaran hukum yang melibatkan oknum anggota TNI. Dukungan ini disampaikan khususnya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Krisna Rettob, Koordinator Umum Masyarakat Peduli Demokrasi menegaskan bahwa Intruksi Pak Presiden sudah jelas bahwa pelaku kejahatan harus dihukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Dalam hal ini, kami mendukung penuh intruksi Presiden agar proses penegakan hukum harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tak pandang bulu. Siapapun pelaku kejahatannya harus diproses karena di negara ini tidak ada satupun manusia yang kebal terhadap hukum,” ujar Krisna Rettob, Koordinator Umum Masyarakat Peduli Demokrasi, Kamis (26/03/2026).
Krisna menyampaikan TNI adalah institusi negara yang selama ini dekat dengan rakyat. Setiap ada bencana kemanusiaan TNI selalu menjadi teman rakyat dalam memberikan bantuan kemanusiaan baik bantuan material maupun bantuan secara langsung di lapangan.
“Jadi kami meminta kepada Panglima TNI dan seluruh jajaran agar menjaga marwah baik institusi TNI tersebut dengan cara membuka diri dan menindak tegas setiap oknum TNI yang melakukan pelanggaran hukum,” ungkapnya.
Ia juga percaya bahwa TNI adalah institusi negara yang berintegritas. Oleh karena itu, kami mendukung penuh TNI untuk menindak tegas siapapun oknum TNI yang melanggar hukum dan kode etik.
“Dukungan ini kami berikan bukan saja sebagai bentuk institusi TNI yang patuh terhadap intruksi presiden tetapi juga bentuk TNI menjaga kehormatan institusinya serta bentuk kepatuhan terhadap hukum,” pungkasnya.











