Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 22 Jan 2022 18:57 WIB

Diskusi krisis Iklim, HIMAPIKANI Ajak Stakholders Untuk Berkolaborasi


Diskusi krisis Iklim, HIMAPIKANI Ajak Stakholders Untuk Berkolaborasi Perbesar

Diskusi online yang di gelar oleh Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) bekerjasama dengan Pepelingasih Indonesia, Econusa Foundation, dan IPPMI. Dengan mengangkat tema Prespektif Anak Muda Mengenai Krisis Iklim. Diskusi ini di lakukan secara virtual menggunakan media zoom pada jumat (21/01/2021). Dalam diskusi tersebut Sekretaris Jenderal HIMAPIKANI Jan Tuheteru menekankan mengenai pentingnya kolaborasi antara stakholders lingkungan untuk mengurangi dampak negatif krisis iklim.

Acara diskusi krisis iklim secara virtual dengan beberapa organisasi lingkungan yang ada. Kegiatan di buka dengan narasi dari Bryan Auriol selaku Youth Activation officer Ecousa Foundation. Dalam narasinya Bryan menyampaikan bahwa dampak krisis iklim telah terjadi di sekitar kita, salah satunya adalah di bulan agustus tahun 2021 terjadi kekeringan mencapai 85 % di wilayah Indonesia.

“Data Menunjukan di tahun 2021 terjadi kekeringan di Indonesia mencapai 85 %. Hal ini menunjukan bagi kita semua bahwa dampak negatif dari krisis iklim telah terjadi di sekitar kita. Jika hal ini tidak disadari maka kedepanya bencana lebih besar akan menimpa bangsa Indonesia maupun Dunia. Selain itu dia juga menambahkan bahwa “anak muda dapat melakukan aksi-aksi nyata untuk mencegah terjadi nya eskalasi krisis iklim di indonesia. Misal nya dengan melakukan kegiatan penanaman mangrove, transplantasi karang maupun bersih-bersih pantai”, Pungkas nya dalam diskusi.

Selain itu, Defran perwakilan dari Pepelingasih Indonesia menjelaskan mengenai dampak krisis iklim yang dapat mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau pesisir di Indonesia. Langkah mitigasi perlu di lakukan antara sesama komponen yang ada. Kartena tugas pencegahan krisis iklim bukan hanya tugas pemerintah namun tugas semua elemen bangsa.

Senada dengan hal tersebut Ketua Umum IPPMI mengungkapkan bahwa. “Anak muda perlu memiliki karakter dalam menjaga lingkungan, jika karakternya terbentuk maka upaya-upaya pencegahan akan di lakukan”. Lanjut Dia Juga mengatakan “Krisis iklim bukan hanya terjadi di kondisi hari ini namun sudah dari dulu. Hal ini tidak terlepas dari ulah manusia yang rakus olehnya itu sebagai pemuda kita perlu sadar akan pentingnya mencegah atau meminimalisir dampak negatif dari krisis Iklim”, Ujar Hawa Sangadji lebih lanjut.

Di akhir diskusi, Sekretaris Jenderal HIMAPIKANI mengatakan narasi darurat krisis iklim harus terus di produksi oleh kalangan anak muda. Sehingga menjadi tema perbincangan dalam setiap diskusi yang ada. Muara dari masifnya narasi ini akan menjadi perhatian bagi seluruh stakholders lingkungan yang ada.

“HIMAPIKANI sebagai salah satu organisasi keprofesian mahasiswa perikanan Indonesia, dengan kurang lebih 100 kampus yang tergabung didalam, akan terus menyuarakan krisis iklim dan isu-isu lingkungan secara masif sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam memahami perannya sebagai Agen Control dan lain sebagainya”. Ucap Jan Tuheteru dengan SuarPeradaban

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Digital “SNAPBOOST” ke Mabes Polri

28 April 2026 - 00:01 WIB

BEM PTNU Jawa Tengah Kecam Dugaan Eksploitasi Buruh oleh CSCEC di Kawasan Industri Kendal, Desak Investigasi dan Sanksi Tegas

23 April 2026 - 20:58 WIB

FPRI Desak Polisi Periksa Defiyan Cori dan Feri Amsari atas Dugaan Penyebaran Informasi Menyesatkan

23 April 2026 - 20:11 WIB

PERNYATAAN WILLIAM HEINRICH

20 April 2026 - 21:58 WIB

Target Presiden Terancam Gagal! Proyek Sekolah Rakyat Maluku Mandek di 10%

13 April 2026 - 22:29 WIB

Fikry Tamher: PN Tual Gagal Pertahankan Yurisdiksi, MA RI Legalkan Ketakutan Hukum

13 April 2026 - 01:46 WIB

Trending di Daerah