Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 10 Jan 2022 18:40 WIB

Lakukan Diskusi Publik, Econusa Bahas Krisis Iklim dan Reselensi Masyarakat Pesisir


Lakukan Diskusi Publik, Econusa Bahas Krisis Iklim dan Reselensi Masyarakat Pesisir Perbesar

Econusa merupakan salah satu NGO (Non Goviremental Organization) nasional yang ada di Indonesia. Fokus utama econusa lebih banyak berbicara mengenai isu-isu lingkungan, SDA dan sebagainya. Kegiatan yang di lakukan pada Minggu (9/01/22) oleh econusa mengangkat tema mengenai krisis Iklim dan Reselensi Masyarakait Pesisir.

Diskusi ini turut hadir direktur eksekutif indopol yakni Ratno Sulistiyo. Pembahasan Cak Rat nama sapaan pemateri beliau menyampaikan mengenai hasil survei indopol. “Survei indopol mengambil beberapa variabel. Diantaranya Pengetahuan Publik Terhadap isu perubahan serta kekhawatiran publik kedepan mengenai isu perubahan iklim”

Kata Cak Rat. Ratno juga menambahkan bahwa “30,24 % publik mengetahui dengan isu terkait perubahan iklim dan yang tidak tahu mengenai isu perubahan iklim sebesar 28,78 %. Serta pada tingkat kekhawatiran sekitar 28,21 % mengkhawatirkan cuaca ekstrim yang akan terjadi di tahun-tahun ke depan. 20,24 % khawatir akan pengundulan hutan, 8,70 % sampah plastik. Eskploitasi SDA 5,20 % serta kekhawatiran mengenai polusi udara sebesar, 4,39 %. Pungkasnya.

Sedangkan menurut Karim selaku akademisi berpendapat bahwa “Dampak perubahan iklim berpengaruh terhadap perikanan Indonesia. Hal ini terbukti dengan laporan Global Change Biology telah terjadi penigkatan CO2 di atmosfer sampai 720 ppm pada tahun 2010. Hal ini akan berpotensi menghilangkan 25 persen tangkapan ikan di Indonesia.”

Dosen Trilogi jakarta itu juga menambahkan mengenai bagaimana resilensi masyarakat pesisir agar adaptif menghadapi bencana pesisir, yakni Penetapan kapasitas ambang batas (Threshold Capacity), Adanya kemampuan kapasitas dalam mengatasi dampak (coping capacity), Memiliki kapasitas/kemampuan pemulihan (recovery capacity), dan adanya kemampuan beradaptasi (adaptive capacity) serta adanya bertranformasi (transformative capacity) tutut beliau.

Tidak kalah menarik apa yang di sampaika oleh pemateri ketiga yakni Edo dari Walhi nasional. Bahwa “Indonesia akan menjadi tuan rumah G20 oleh nya itu presiden harus secara lugas dan tegas menetapkan langkah konkrit dengan mengambil langkah berikut. Diantaranya, Deklarasi darurat iklim, menghentikan deforestasi, membebaskan diri dari batu bara dan menetapkan nol emisi bersih di tahun 2050. Ujarnya kepada Suara.

Selain itu edo juga menambahkan bahwa. “Dampak buruk krisis iklim di kawasaran pesisir akan mengakibatkan kota-kota akan tenggelam, desa-desa pesisir akan tenggelam serta akan berimbas pada kehidupan nelayan indonesia”.

Pemateri terakhir di isi oleh anak muda yang berasal dari maluku, stefani teria. Dalam penyampainnya stefani menyebutkan. “Anak muda perlu mengambil peranan penting dalam menjaga lingkungan, hal-hal yang bisa di lakukan di antaranya dapat secara aktif memulihkan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya, misalnya dengan melakukan aksi penanaman mangrove. transplantasi karang dan kegiatan bersih-bersih lingkungan”

Dia juga menambahkan ” Anak muda perlu berkontribusi secara nyata bukan hanya berteriak-teriak yang tidak memiliki hasil. Jika anak muda sudah berbuat, maka akan menjadi senjata yang kuat ketika anak muda menyampaikan aspirasinya kepada stakholders terkait. Pungkas Alumni mahasiswa Universitas Patimura tersebut.

Wiro Wirandi Selaku Manager Program econusa mengatakan. Dengan di laksanakannya kegiatan diskusi publik mengenai “Krisis Iklim dan Resilensi Masyarakat pesisir Indonesia” Suara Anak Muda Untuk Perubahan.

Harapannya dapat memberikan dampak terhadap masyarakat secara luas dan secara khusus kepada kepada anak muda mengenai pentingnya mencegah terjadinya krisis iklim di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Digital “SNAPBOOST” ke Mabes Polri

28 April 2026 - 00:01 WIB

BEM PTNU Jawa Tengah Kecam Dugaan Eksploitasi Buruh oleh CSCEC di Kawasan Industri Kendal, Desak Investigasi dan Sanksi Tegas

23 April 2026 - 20:58 WIB

FPRI Desak Polisi Periksa Defiyan Cori dan Feri Amsari atas Dugaan Penyebaran Informasi Menyesatkan

23 April 2026 - 20:11 WIB

PERNYATAAN WILLIAM HEINRICH

20 April 2026 - 21:58 WIB

Target Presiden Terancam Gagal! Proyek Sekolah Rakyat Maluku Mandek di 10%

13 April 2026 - 22:29 WIB

Fikry Tamher: PN Tual Gagal Pertahankan Yurisdiksi, MA RI Legalkan Ketakutan Hukum

13 April 2026 - 01:46 WIB

Trending di Daerah